Resensi Film: The Other Boleyn Girl

Pemain: Natalie Portman, Scarlett Johansson, Eric Bana, Mark Rylance, David Morrissey, Kristin Scott Thomas

Sutradara: Justin Chadwick

Skenario: Peter Morgan, Phillipa Gregory (Pengarang Novel “The Boleyn Girl”)

Genre: Drama Percintaan

Produksi: Ruby Films, BBC Films, Scott Rudin Productions, Relativity Media

 

Film ini diambil dari sebuah novel karangan Phillippa Gregory yang berjudul “The Boleyn Girl”. Adalah Anne (Natalie Portman), Mary (Scarlett Johansson) dan George Boleyn (Jim Sturgess) adalah tiga tiga bersaudara yang tumbuh sempurna. Mereka adalah anak seorang bangsawan Inggris Sir Thomas Boleyn (Mark Rylance) yang sangat berambisi dekat dengan lingkaran kerajaan Inggris.

 

Kegagalan Raja Inggris Henry (Eric Bana) bersama permaisuri dalam menghadirkan putra mahkota membuka peluang bagi Sir Thomas untuk mendekat pada keluarga kerajaan sekaligus mengangkat derajat keluarga.

 

Didukung oleh adik iparnya The Duke of Norfolk (David Morrissey) mereka bermaksud menjadikan Anne sebagai penghibur raja selama kunjungan Raja di rumah mereka. Tetapi sebuah kecelakaan yang membuat Raja Henry terluka membuat peran Anne gagal. Sebagai alternatif Sir Thomas mengusulkan Mary yang sudah menikah untuk merawat Raja. Terkesan dengan Mary, Rajapun membawa keluarga Sir Thomas Boleyn ke kerajaan.

 

Marypun berhasil mengandung anak Raja. Dalam pada itu Anne secara sembunyi-sembunyi menikah dengan salah satu anak tuan tanah Henry Percy yang sudah sejak dahulu mereka saling mencintai. Hal itu ditentang keras oleh ayah dan pamannya sehingga mereka dipisahkan dan Anne diasingkan ke Perancis. Anne sendiri menyalahkan Mary atas hukuman tersebut karena telah mengadukan pernikahannya pada ayahnya.

 

Kandungan Mary yang rentan terhadap keguguran membuat ayah dan pamannya merasa takut Raja akan berpaling pada wanita lain. Untuk itu mereka sepakat memanggil pulang Anne dari pengasingannya di Perancis dengan maksud untuk mendampingi raja agar tetap fokus pada Mary. Pelajaran dan kepandaianya yang diperoleh di Perancis menjadikan Anne mampu dekat dengan raja bahkan membuat raja sangat memujanya dan melupakan Mary dan kandungannya sampai saat Mary melahirkan anak laki-laki yang sangat ditunggu-tunggu.

 

Kerumitan demi kerumitan terjadi. Kebencian Anne pada Mary yang dianggap merebut raja darinya membuat Mari dikembalikan ke desa kelahirannya. Tuntutan Anne pada raja untuk menceraikan permaisuri mendapat tentangan keras dari rakyat dan gereja Katolik.

 

Tetapi cinta yang buta telah membuat Raja Henry meluluskan permintaan Anne temasuk menceraikan permaisuri, memisahkan diri dari keuskupan Katolik dan menjadikan Anne permaisuri pengganti.

 

Anne pun mengandung. Tetapi ternyata anak yang dilahirkan adalah anak perempuan. Ketidakmampuan Anne melahirkan putera mahkota ini sangat mengecewakan raja yang telah mengorbankan segalanya. Sementara ketakutan Anne akan disingkirkan dari kerajaan membuat ia gelap mata. Satu kesalahan yang tak dilakukannya membuat dirinya dan saudara laki-lakinya dihukum pancung.

 

Keluarga Sir Thomas Boleyn yang dahulu hidup bahagia berubah tatkala ambisi tersebut datang. Kesederhanaan dan kedewasaan Mary mampu membuat keluarga tersebut tetap tegar. Bagaimanapun mereka bertiga tetaplah saudara kandung yang saling mencintai.

 

Bagaimana kisah mereka melalui intrik dan kerumitan perjalan hidup membuat film ini enak ditonton. Film yang diangkat dari novel “The Boleyn Girl” ini memiliki alur cerita yang sangat teratur plus akting yang tepat dengan dukungan skenario yang pas membuat ceritanya dapat berbicara meskipun tanpa ada dialog.

Tag: , , ,

3 Tanggapan to “Resensi Film: The Other Boleyn Girl”

  1. Shofié Says:

    Film itu kpn di tayang di bioskop indonesia? Film tntang sejarah inggris kan? Kapn indonesia bikin film ky gto (tntang sejarah)?

  2. gadgetplus Says:

    Segera ditayangin koq, soalnya pas waktu nonton Quantum of Solace udah ada previewnya.

  3. sebi Says:

    uda ada kok, di EX.. start minggu lalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: