Nyeri Lutut, Kondromalasia-kah?

Kondromalasia dikenal juga dengan istilah patela kondromalasia (Chondromalacia pattelae) adalah nyeri lutut kronis yang merupakan melembutnya atau degenerasi tulang rawan tempurung lutut.

Pelembutan ini dapat terjadi hanya pada luasan kecil tempurung lutut, tetapi nyerinya akan terasa seluruh lutut. Sehingga lutut akan serasa sakit bila digerakkan karena gesekan antara tempurung lutut dengan beban tulang paha. Bila tidak ditangani secara dini bukan tidak mungkin akan mngakibatkan erosi pada tulang rawan. Proses pelebutan dan erosi ini biasa dikenal dengan sindrom pateofemoral (patellofemoral syndrome).

Kondromalasia ini bias terjadi pada wanita. Gadis usia remaja sangat rentan dan memiliki resiko tinggi karena tulang rawannya akan terkena tekanan yang berlebih dan terkadan tak seimbang sejalan dengan pertumbuhan struktural tubuh yang terjadi.

Konromalasia ini dapat dialami juga oleh orang dewasa yang berusai di atas 40 tahun sebagai permulaan dan gejala osteoartritis pada lutut. Beberapa faktor yang dapat memberi kontribusi pada konromalasia antara lain trauma lutut, kerja tulang yang berlebih atau tekanan yang tak lazim yang diterima tulang karena gerakan tubuh. Biasanya dialami oleh pelari, penggemar sepeda atau pemain sepakbola.

Nyeri pada kodromalasia terjadi di bagian depan atau dalam tempurung lutut dan akan menjadi semakin buruk dengan tambahan aktivitas seperti joging, loncat, naik-turun tangga atau berdiri pada lutut atau duduk dengan lutut yang ditekuk.

Pemeriksaan sinar X pada lutut umumnya hanya akan menunjukkan terjadinya pergeseran letak tempurung tulang. Obat-obatan jenis ibuprofen sering direkomendasikan dokter untuk mengurangi nyeri dan menurunkan proses peradangan kronis yang dapat menambah kerusakan struktural. Kompres es pada lutut juga dapat membantu.

Pengobatan kondromalasia biasanya dengan latihan olahraga ringan untuk memperkuat otot sekitar lutut dan memperbaiki struktur dan bentuk tempurung lutut. Latihan ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan bibimbing oleh terapis khusus untuk dapat secara selektif memperkuat otot paha.

Sekitar 85 persen pasien kondromalasia dapat tertolong dengan terapi konsevatif di atas dan tidak memerlukan terapi lanjutan. Sedangkan sisanya (15% kasus) tetap menderita nyeri bahkan memburuk sehingga memerlukan operasi bedah untuk memperbaiki sambungan lutut.

Untuk itu memperkuat otot kaki dan meningkatkan kemampuan fleksibilitas otot sangat diperlukan guna mencegah kondromalasia ini berkembang.

Tag: , ,

Satu Tanggapan to “Nyeri Lutut, Kondromalasia-kah?”

  1. iin yuni Says:

    thanks buat infox yaa…. aq takut bgt nyerix ga ilang-ilang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: