Keliling Jakarta dengan KRL Ciliwung

Secara tak sengaja saya hari ini “dipaksa” oleh KAI untuk keliling Jakarta naik KRL Ciliwung. Tadi pagi seperti biasa saya berangkat dari stasiun Kranji Bekasi naik KRL AC Ekonomi tarif Rp5.000 rupiah. Dengan harapan saya bisa nyambung naik KRL Ciliwung ke Sudirman.

Karena KRL AC Ekoomi berangkatnya terlambat, maka sampai di Jatinegara KRL Ciliwung sudah berangkat. Terpaksa menunggu keberangkatan jam berikutnya bersama beberapa penumpang setia menuju Sudirman dan Tanah Abang.

Sekitar setengah jam kami menunggu, terdengar pengumuman bahwa KRL Ciliwung tujuan Sudirman dan Tanah Abang akan masuk di Jalur 3. Kami semua berbondong-bondong menuju peron di sebelah jalur yang dimaksud.

Pintu ditutup tak lama kemudian dan KRL berjalan. Belum 200 meter kereta berjalan, kami dikagetkan oleh perpindahan jalur kereta yang tidak semestinya. Ternyata KRL menuju stasiun Senen, bukan ke arah Manggarai seperti hari-hari biasa kami. Ternyata kami menaiki KRL yang salah yaitu KRL lingkar Jakarta yang arahnya berlawanan dengan yang biasa kami naiki.

Sampai de stasiun berikutnya (stasiun pondok Jati) beberapa penumpang memilih tetap duduk, tapi sebagian besar memilih turun dan menunggu KRL Ciliwung arah Sudirman-Tanah Abang. Saya sendiri memilih tetap duduk dan mencoba menikmati perjalanan, itung-itung keliling Jakarta.

Senen-Kemayoran-Rajawali dan Kampung Bandan dilalui dengan kecepatan minimal (lambat bangeeeets…). Di kampung Bandan malah KRL ngetem. Ada 15 menit di Kampung Bandan, berlanjut ke Angke-Duri dan Tanah Abang. Penumpang mulai berkurang banyak, tinggal beberapa penumpang yang bertujuan Karet dan Sudirman.

Nasib memang, di Karet penumpang juga turun cukup banyak sehingga hanya tersisa beberapa gelintir. Setelah merayap perlahan sampailah di Sudirman dan hanya 3 orang yang turun di stasiun ini (termasuk saya tentunya). Antara Dongkol dan nggak bisa ngapa-ngapain… terima nasib saja.

Ternyata PT KAI masih seperti itu ya… petugas pemeriksa karcis juga tidak mau disalahkan atas kesalahan pengumuman tersebut (emang dia benar koq…). Kalo mau menuntut kerugian atas waktu lalu harus di alamatkan pada siapa? Seperti kasus-kasus keterlambatan KRL yang lain nampaknya juga tidak akan mendapat tanggapan apa-apa dari manajemen.

Padahal untuk divisi KRL Jabodetabek sudah ada situs www.krljabotabek.co.id , kalau mau nelpon ke 021 3807777. Coba deh yang mau kompleeeeennnn….

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: