Sleepwalking, Tidur Berjalan, Berbahayakah?

sleepwalkingPernahkah anda menemukan anak anda pada pagi hari sedang tidur di dapur atau mungkin anda pernah memergoki anak anda berjalan tanpa sadar padahal sebelumnya anda mengetahui dirinya telah tidur di kamarnya?

Gejala ini disebut dengan sleepwalking, atau biasa kita menyamakan dengan tidur berjalan. Sleepwalking ini dikenal juga dengan istilah somnambulism, yang mungkin merupakan pertanda adanya masalah serius. Walaupun tidur berjalan ini dapat terjadi pada semua tingkatan usia, tetapi mayoritas terjadi pada anak berusia 8 sampai 12 tahun.

Tanda dan gejala

Seseorang yang mengalami tidur berjalan dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Berdiri dari tidurnya dan membuka mata layaknya orang yang terbangun dari tidur
  • Matanya tidak memiliki “sinar” dan ekspresi layaknya orang yang terjaga.
  • Berjalan berkeliling rumah, mungkin membuka dan menutup pintu dan menghidupkan atau mematikan lampu.
  • Melakukan aktifitas rutin seperti berpakaian atau memasak bahkan yang lebih berbahaya adalah mengemudikan kendaraan.
  • Berbicara atau beraktifitas lain dengan gaya yang canggung.

Tidur berjalan ini biasanya terjadi selama tidur dalam/tidur nyenyak pada awal tidur sekitar satu sampai dua jam awal tidur. Beberapa kasus tidur berjalan ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja, tetapi beberapa kasus dapat terjadi sampai 30 menit. Pelaku tidur berjalan sendiri tidak akan sadar apa yang dilakukannya saat bangun pagi.

Penyebab

Diperkirakan 15 persen anak-anak sehat pernah mengalami tidur berjalan. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tidur berjalan antara lain :

  • Kelelahan
  • Stres anak
  • Gelisah
  • Demam

Kasus tidur berjalan terkadang berhubungan dengan pengobatan atau kondisi kesehatan mental seperti:

  • Detak jantung tidak normal (arrhythmias)
  • Aliran balik asam lambung ke dalam esophagus atau saluran yang menghubungakan tenggorokan dengan perut.
  • Berhentinya napas saat tidur (obstructive sleep apnea)
  • kelainan akibat trauma
  • kepanikan

Di beberapa kasus lain, konsumsi alkohol dan obat-obat tertentu seperti antibiotic, antihistamin, sedative dan pil tidur dapat memicu sleepwalking.

Faktor resiko

Biasanya kebiasaan ini akan menurun dari orang tua atau saudara kandung. Pada ibu hamil atau wanita menstruasi, kemungkinannya akan lebih tinggi mengalami tidur berjalan.

Pemeriksaan

Pemeriksaan fisik dan psikologi akan dilakukan untuk mengetahui hal-hal atau untusr yang menyebabkan tiduur berjalan ini, seperti detak jantung yang tidak normal atau kepanikan yang tiba-tiba melanda. Jika diperlukan maka akan dilakukan tes tidur di laboratorium agar pemantauan lebih sempurna.

Bahaya

Sleepwalking sebenarnya tidak membahayakan, kecuali bila penderita melakukan aktifitas yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, seperti aktifitas di luar rumah atau memasak dengan menggunakan api.

Bila kejadian tidur berjalan ini terjadi hampir tiap hari atau dengan frekuensi yang sering, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar segera diketahui penyebab pastinya.

Pencegahan dan pengobatan

Tidak ada pengobatan dan cara pencegahan yang pasti. Jika anda memergoki anak anda tidur berjalan maka hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah dengan menuntunnya kembali ke tempat tidur. Sebaiknya tidak membangunkan anak saat tidur berjalan, karena hal ini akan menggangu proses tidurnya, walalupun membangunkannya pun tidak menimbulkan bahaya apapun. Hanya saja jika dibangunkan saat tidur berjalan, maka anak akan merasa kebingungan.

Jika tidur berjalan tersebut terjadi pada anak anda, maka sebaiknya anda memperbaiki kebiasaan tidur anak anda:

  • Jika anda tidak dapat memantau tidur anak anda, usahakan lingkungan tidur anak anda aman saat anak tidur berjalan tanpa sepengatuhan anda seperti mengunci pintu atau menutup akses anak terhadap alat-alat listrik dan dapur serta barang yang berbahaya seperti pecah belah dan benda tajam.
  • Tidur lebih lama. Kelelahan menjadi salah satu penyebab. Untuk itu usahakan anak tidur lebih cepat dan biasakanlah tidur dengan jadwal yang tetap.
  • Temani anak dan bantu dengan aktifitas yang membuatnya dapat rileks seperti membaca sebelum tidur atau berendam air hangat sebelum tidur.
  • Hindari anak mengalami tekanan berlebihan. Anak dapat mengalami tekanan dan stress oleh aktifitas harian. Bicaralah dengan anak dan ketahui apa masalahnya.
  • Perhatikan pola dan kebiasaannya. Jika anak mengalami tidur berjalan, biarkan dia tetap tertidur. Yang perlu anda lakukan adalah amati kapan kebiasaan tidur berjalannya timbul. Jika sudah diperoleh kebiasaan tersebut, maka anda dapat membangunkannya 15 menit sebelum tidur berjalan tersebut terjadi padanya. Usahakan anak terbangun sekitar 5 menit dan kemudian biarkan dia tidur kembali.

Jangan khawatir, tetaplah berpikir positif sebagai orang tua, biasanya sleepwalking ini akan berakhir dengan sendirinya seiring pertambahan usia.

Tag: , , ,

Satu Tanggapan to “Sleepwalking, Tidur Berjalan, Berbahayakah?”

  1. ripley Says:

    saya mengalami tidur berjalan tdi malam dri t4 tdr ke ruang depan mgkn krena kelelahan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: